Menulis Technical Report

Assalamualaykum man ceman,
Salam Keren dan Unyu (tentunya) ^^

Sebenarnya…. Membuat suatu technical report yang baik itu seperti apan sih?

Naaah, ini ada sedikit catatan tentang membuat technical report dari kelas sebelah. Berhubung aku sedang balajar bloging, sengaja kupindahin catatan itu ke sini. Oh iya, di kelas ini, kebetulan aku dan mbak Dyna sekelas ^^. Oke, udah siap ya??? Jangan Berkedip! Simak sampai habis 

Pada technical report yang baik, ada kontribusi yang orisinil dari penulis. Di sini penulis bukan hanya meringkas atau mentransfer literatur yang ada tetapi melakukan analisis yang berakhir pada kesimpulan tertentu.

Secara garis besar, technical report ini dibagi menjadi dua yaitu Strong dan Weak.

1. Strong
Ada kebaruan (hal baru yang diberikan) bisa lewat pembuatan hardware atau hasil simulasi

2. Weak
Bersifat komparatif, yaitu membandingkan dari literatur yang sudah ada dan sifatnya hanya analisis dan memuat kritik terhadap literatur yang dibandingkan.

Nah, selanjutnya saya akan menuliskan bagian yang lain, ini yang paling penting.
Di sini Pak Dosen mengambil contoh jurnal-jurnal di IEEE yang terdiri pada beberapa session. Bagian paling penting yang akan dibaca orang setelah membaca abstrak adalah membaca introduction. Jadi bagian introduction dinilai punya peranan penting dalam suatu technical report.

Session I (Introduction)

Pada bagian ini, author melakukan review dan kritik super halus pada literature. Paragraf pertama umumnya dibuka dengan kalimat PROPAGANDA, contoh: “Sistem telekomunikasi satelit masih dibutuhkan banyak orang.” Walaupun banyak yang mengetahui bahwa komunikasi satelit sudah terkalahkan dengan teknik komunikasi lain seperti fo, seluler dll tapi di sini si penulis berusaha mengungkapkan sisi positif (kelebihan). Ingat, kalimat propaganda dapat menarik perhatian pembaca.

Paragraf dua, di sini author mulai “mengobrak-abrik” literatur yang ia amati. Biasanya literatur tersebut diurutkan dengan kutipan literature [1] [2] dst di sisi kanan atas (udah pada sering lihat kan, ya..?) OKeh lanjut!

Biasanya pencarian literatur ditelusuri pada setiap daftar pustaka dari literatur tsb, literatur dari literatur yang ada, diurutkan. Urutan dari literature inilah yang disebut citation atau citation index. Selipkan kritik pada masing-masing literatur, seperti sisi positif dan negatif.

Selanjutnya…
Biasa dituliskan:
Pada riset ini, saya akan melakukan ”…..suatu hal….” Di sini orang akan melihat bahwa apa yang kita lakukan sudah dilakukan orang lain. Sudah dilakukan orang lain berarti menunjukkan betapa pentingnya literature yang kita buat, mengacu pada penelitian-penelitian yang sudah ada dan masih bisa ditingkatkan (menunjukkan kelebihan kita). Pada bagian ini kita sebenarnya sedang “MERACUNI” pikiran pembaca bahwa yang kita lakukan adalah penting dan menyindir tulisan sebelumnya secara super duper halus. Dalam mengungkapkan kritik atau menyampaikan kekurangan suatu jurnal atau literature, sisipkan kata, “namun..” atau “tapi..”

Yang ingin dicari adalah peningkatan hasil yang optimum dengan metode yang sesederhana mungkin. Ini disebut solusi optimal. Tapi sepertinya ini terlalu sulit dan jarang terjadi. Biasanya yang ada hanyalah solusi suboptimal. Seperti apa? Seperti, “Dalam metode ini, hasil yang dicapai mungkin hanya sedikit lebih baik dari metode sebelumnya akan tetapi kompleksitas perancangan dapat dikurangi.” Atau, ”Dengan menaikkan sedikit tingkat kompleksitas maka akan didapatkan hasil yang jauh lebih baik disbanding metode sebelumnya.”

Hm,,,, begitu :)

SEMINAR INDRA [INDONESIAN RADAR]

Pasti kita sering dengar istilah radar pengintai, radar mata-mata dl… Yup, RADAR [Radio and Detection Ranging] adalah suatu pendeteksi keberadaan benda-benda seperti kapal, pesawat dan juga cuaca. Prinsipnya sederhana, yaitu dengan mengirim sinyal melalui gelombang elektromagnetik, dan menerima kembali pancaran sinyal tersebut, radar dapat mendeteksi keberadaan suatu objeknya.

Tahun 2009, Indonesia telah berhasil meluncurkan RADAR buatan anak bangsa. Nama radar tersebut adalah INDRA [Indonesian Radar]>> macho ya, kya elektro? :D

Sampai sekarang, radar ini masih dikembangkan dan menjadi riset dunia. Bicara soal radar, saya jadi inget sama teman saya, anak penerbangan. Dulu saya kaget, ketika tau ternyata teman saya itu belajar tentang radar juga. Seberapa pentingkah radar?


“Radar itu penting ki, ibarat matanya suatu negara. Kalo ada apa-apa tentang keamanan negara, radar ini yang dipakai,”
katanya saat itu.

Ada satu seminar tentang teknologi radar yang akan dilaksanakan di IT Telkom. Acaranya bertempat di GSG (Gedung Serba Guna) IT Telkom, Rabu, 13 April 2011 Pl. 09.00 s/d selesai. Tiketnya seharga 25.000, tertarik? Nih ada vidionya, mangga dilihat :)

http://www.4shared.com/video/XyS2xOL9/video_indra.html

Reign Over Me

[Prolog] Kaset Original Murah

Malam minggu yang lalu, ngga sengaja pas lagi beli makanan di sekitar kampus ada obral kaset VCD, DVD dan kaset radio tip  dari luar. Semuanya asli, cuma Rp 9.900. Murah ya? Filmnya sih, film-film agak lama tapi saya pengen banget nonton. Saya dan teman berburu film, nyari judul yang bagus. Setelah bongkar-bongkar keranjang selama 15 menit, akhirnya kami ditegur oleh mbak liza (kakak kelas) karena belum selesai juga milih kaset cdnya. Si mbak duluan, meninggalkan kami T___T (lagi-lagi, leb leb lebay).

Puas ngacak-ngacak keranjang, dapatlah dua kaset yang kami pilih, salah satunya, film Reign Over Me. Mirip dengan judul tulisan di atas ya? Ya iyalah, memang saya ambil dari judul filmnya kok :nyengir kuda: :)
Cuma karena satu dan lain hal (gaya bahasa siapa ini, ya? :) ) filmnya baru bisa ditonton semalam.

Sekilas Reign Over Me

Hm, cerita ini diperankan oleh Adam Sandler (sebagai Charlie) dan Don Cheadle (sebagai Alan). Saya ngga kenal siapa, cuma ngutip namanya dari cover vcd kok, hehehe.

Poster Reigen Over Me

Tentang dua sahabat (Charlie dan Alan) yang baru bertemu kembali. Ternyata, setelah lama tidak bertemu, Charlie mengalami musibah besar. Seluruh keluarganya (termasuk anjing pudle yang ia miliki) meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hal tersebut membuat Charlie sangat terpukul dan mengalami trauma akut.

Ia berusaha melupakan semua kehidupannya yang dulu, bersikap seolah-olah ia tidak pernah mengenal siapa-siapa. Ia Meninggalkan profesinya sebagai dokter gigi dan kebiasaan yang selalu ia lakukan adalah merenovasi dapurnya setiap dua minggu sekali. Ia selalu menekankan berkali-kali untuk melepas sepatu ketika ada tamu yang memasuki rumahnya.

Alan [kiri] dan Charlie [kanan]

Pertemuan Dua Sahabat

Alan yang telah memiliki keluarga lengkap itu, bertemu kembali dengan sahabat baiknya (teman satu kamar saat kuliah), that’s Charlie. Awalnya, Charlie bersikap seolah-olah ngga kenal tapi akhirnya, Charlie mau menerima Alan. Tentu saja, Alan berusaha untuk dapat mengikuti pola kehidupan Charlie. Alan menemani sahabatnya itu, berusaha mengajaknya ke psikolog. Karena satu hal, “Aku ingin kamu menjadi lebih baik,” begitu kata Alan ketika Charlie membuat keributan dan dimasukan ke penjara.

Charlie dengan skuternyaCharlie dengan Skuternya

Alan pun mempunyai konflik lain. Ia seorang dokter gigi yang punya kharisma sangat kuat. Banyak pasien wanita yang jatuh cinta kepada Alan, sekalipun tahu bahwa Alan telah memiliki keluarga. Ironisnya, setiap kali Alan menolak perempuan-perempuan cantik tersebut, Alan selalu diancam dengan pengajuan tuduhan bahwa ia telah melakukan pelecehan. Tidak ada orang yang membelanya. Ditambah lagi ketika Alan semakin dekat dekat dengan Charlie, ia pun mendapat teguran dari Istrinya. Ayahnya yang meninggal dunia dan lain-lain.

Charlie yang stres akut tersebut, ternyata juga dapat membawa dampak perbaikan bagi Alan. Charlie mengingatkan Alan pada kenangan masa lalu ketika mereka masih kuliah dulu. “Tidak ada orang yang berani berurusan dengan mu,” kata Charlie.

Kesimpulan Cerita

Singkatnya, Charlie bebas dari tuntutan penjara dan tuntutan harus dirawat inap di rumah sakit. Dan Alan juga dapat menyelesaikan persoalannya. Cerita yang happy ending.

Ternyata hal yang membuat trauma itu harus dibicarakan, tapi kebanyakan orang yang mengalami trauma baik karena masalah pribadi seperti film Reign Over Me di atas, atau masalah lainnya menghindari pembicaraan atau mengingat hal-hal yang berhubungan dengan trauma yang ia alami.

Oh iya, jangan harap akan muncul hal-hal yang disensor dalam film ini, karena film ini ngga ada sama sekali adegan-adegan anehnya ^^b Cuma ada kata-kata yang memang menjurus, tapi..itu diucapkan oleh orang-orang yang sedang mengalami gangguan jiwa. Malah jadi kasihan.. Jadi, hal ini dapat dianggap kelakuan normal saat kondisi tidak normal.

Banyak hal menarik di dalam film tsb yang susah saya tuliskan. Akan lebih baik, kalo nonton sendiri. Ekspresi pemainnya keren, keren beneran. Karena nonton film ini, saya jadi ingin membahas tentang trauma. Nanti ya, insya Alloh kalo ada waktu kita bahas bareng-bareng.

*Sekali-sekali pengen nulis materi TA, deh.
Sekarang masih nyari-nyari nih,, belum ada progres lagi T___T

Sumber gambar:

[1] http://splashman.phoenix.wikispaces.net/Reign+Over+Me+%282007%29
[2] http://www.cbc.ca/arts/images/reign-over-me2.jpg
[3] http://image.guardian.co.uk/sys-images/Film/Pix/pictures/2007/03/09/reign460.jpg

Bintang

Saya Suka Bintang

Ngomong-ngomong soal bintang, banyak banget orang yang suka dengan benda langit ajaib itu. Saya juga suka bintang, Bintang yang paling sering saya lihat adalah bintang fajar (walaupun sebenarnya ini bukan bintang, tapi planet venus).

Bintang yang satu itu bisa sering lihat di waktu subuh. Saya biasanya keluar dari kamar dan berdiri di depan kamar kos sebentar cuma untuk menyapa si venus. Udara dingin, seger dan pemandangannya bagus karena selain bisa lihat bintang dengan langit ungu saya juga bisa lihat tutup masjid di dekat kosan. Pemandangan yang damai ^__^

Ada waktu-waktu tertentu ketika pemandangan langit terasa bagus banget. That is in Ramadhan’s time. Entah kenapa langitnya jadi baguus banget. Dan saya selalu mencari si bintang tiga. Walaupun ngga tau, bintang ini nama sebenarnya apa tapi.. bintang ini selalu mencul bertiga, membentuk satu garis diagonal.

Kalau ditanya gugusan bintang seperti scorpion dll, saya ngga pernah belum bisa lihat T__T mungkin memang harus sering-sering lihatnya, nantilah kalo ada waktu (so’ sibuk, he..)

Bukit Bintang Bandung

Dan kemarin malam saya baru saja ke tempat lihat bintang, masih di daerah Bandung.  Pemandangan lampu dari rumah-rumah penduduk dan daerah sekitar, keren banget. Miriplah dengan pemandangan lampu diperjalanan Bandung Bogor via Puncak. Jalan menuju bukit bintang ini sangat gelap karena kurang (tidak ada?) penerangannya. Jalanannya sepi, menanjak dan sedikit berbatu. But, do you know, this realy crowded in the place. Many cars, motorcycles, and couples. Sayangnya saya dan teman-teman ngga bawa kamera, jadi ngga ada dokumentasi tapi ini saya ambil gambar dari mbah google utk penampakannya, biar ngga penasaran. Oh iya sekedar info, pemandangan langit yang saya lihat ngga sebagus di gambar ini karena lagi mendung :D

Penyalahgunaan Keindahan

Cuma kecewa aja sih, waktu lihat bintang bareng temen-temen di Bukit Bintang kemarin malam. Kecewa karena pemandangan yang bagus banget itu disalahgunakan untuk hal-hal yang ngga banget -_______-;

Tepat di samping mobil teman yang kami tumpangi, ada pemandangan yang aneh tapi untung saya ngga lihat, (anak kecil selalu ngga bisa lihat pemandangan aneh itu, baguslah)

Ada sekumpulan pemuda satu mobil yang pasang musik ajep ajep di dekat kami. Dengan tidak tau malu mereka joged-joged ngga jelas. Gerakannya tentu beda banget dengan joged-jogednya teman saya, Ika kalo lagi stres :ditimpuk ika: ^^v

Malam semakin larut, satu persatu dari kami masuk mobil, males juga lihat orang-orangnya, sekaligus dingin. Tempat seindah dan sekeren ini, tidak seharusnya disalahgunakan. But this is a real life, there is many differnt people’s habits. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi pola pikir dan kelakuan seseorang. “Walaupun ngga setuju dengan mereka, kita tetap aja harus nerima karena dunia bukan milik kita sendiri,” kata temen saya, Pipite.

Melihat pemandangan (semua pemandangan ya, maksudnya..) dari dalam mobil, saya jadi teringat sesuatu, tentang kota yang terkubur, kota di antara lempengan.

Tentang Kota yang Terkubur


Adalah Pompeii, salah satu kota ternama yang ditemukan setelah menghilang 1.600 tahun. Kondisi alamnya sangat subur dan kehidupan yang makmur. Letaknya ada di antara dua lempengan kerak bumi. Ada sebuah gunung yang sangat terkenal, namanya Vesuvius atau lebih dikenal dengan “The Mountain of Warning“. Tempat maksiat dan prostitusi yang ada di kota ini sangat banyak. Lantas, apa yang terjadi? Dalam sekejap, kota ini terhapus dari peta dunia akibat letusan gunung Vesuvius. Tidak ada satu pun orang yang selamat dari bencana. Satu kota dan seisinya berubah menjadi batu.

Terlihat secara sekilas bahwa ini hanyalah bencana alam biasa, tapi lebih dari itu bencana ini adalah peringatan. Ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Sang Pencipta.

Akhir Perjalanan

Terbayang oleh saya, bagaimana jika tiba-tiba terjadi gempa  saat itu juga. Mungkin saya yang sedang berada di atas mobil tidak akan sadar dengan gempa yang terjadi. Begitu pun dengan orang-orang yang asik ajep-ajep. Jika kondisi yang sama terjadi saat saya sedang berada di tempat seperti itu.. Aih, ga bakalan selamet dah.

Untunglah, belum terlalu lama kami di sana, dua orang teman saya sudah ngantuk. Ngga betah juga denger musik dan pemandangan nora’ begitu. Kami pulang. Bukit Bintang, tempat indah yang tidak terlalu dihargai oleh banyak orang dengan mengadakan kegiatan tak pantas, And, once again… saya punya satu kenangan yang berhubungan dengan bintang. Thanks for Alloh SWT, Pipite, Andre dan Atin… This is unforgettable moment, ngga nyangka bakalan jalan-jalan seperti ini ^_________^


Sumber tulisan dan gambar:
[1] http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm
[2] http://www.fadlie.web.id/bangfad/pompeii-kota-hilang-part-3.html
[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Pompeii
[4] http://www.situsdunia.tk/2010/09/kota-pompeii-kota-yang-lenyap-selama-  16.html
[5] http://ipejea.wordpress.com/2010/03/27/jalan-jalan-di-dago-bandung/

Satu Minggu Lalu

Seminggu yang lalu saya menghadapi UTS (Ujian Tengah Semester). Materinya? Hal-hal dari antah berantah yang dulu sangat saya suka. Dulu, ya.. Sekarang? Tentu saja masih,  MASIH sangat SUKA (meyakinkan diri sendiri).

Tapi ada yang hilang, semangatnya yang hilang T__T ga seperti semester lalu, walaupun sakit sampai banjir air mata tapi belajar terus (walaupun sering berhenti karena pusing dan bener-bener sakit, terpaksa harus tidur saat ujian biar bertahan sampai akhir)

 

Beberapa hal yang membuat sedih adalah untuk mata kuliah yang sudah sangat saya kenal, tapi saya ngerasa ngga bisa, waktunya kuranglah, kalkulatornya ngga mendukung, apalah.. (hopeless). Alasan yang terlalu saya buat-buat karena tidak ingin menyalahkan diri sendiri kalau pada kenyataannya saya memang masih kurang belajar. Kurang, bukan ngga.

Dan UTS kemarin saya akui, kalo saya jadi anak bandel, bandel karena belajar cuma H-beberapa jam dari waktu ujian, bandel karena bikin notenya ngasal, bandel karena udah dibilangin berkali-kali soal ujian masih aja ngeyel. Tapi saya ngga nyontek kok, ngga bikin note tambahan (selembar aja ngga abis -__-;)

UTS ini sangat menohok, dan membuat saya kapok utk mengulangi apa yang saya lalukan seminggu yang lalu itu (ngga lagi-lagi..!!)

Lalu teringatlah satu kata, PURNAWAMAN. Kata yang mengingatkan saya pada perempuan kuat. Satu minggu lalu tidak ada apa-apanya dibandingkan satu minggu saat saya bersama Purnawarman. But, i think… I’ve been failed. Bayangan kegagalan kembali mengejek dan tertawa sejadinya.

Namun, seolah angin berbisik, “Bagaimana pun satu minggu yang lalu, matahari tetap bersinar.
Dan semester ini ngga boleh gagal. Make it perfect.
Purnawarman pernah ada..”

 

 

Aih, kenapa jadi serius begini ya? :mikir:
Udahlah, semangaaaaaaaat semester 2
^__________^

#lebay

sumber gambar:
[1] http://majalah.hidayatullah.com/wp-content/uploads/2011/03/capek-belajar.jpg
[2}http://agastya.files.wordpress.com/2011/03/buku.jpg